Kamis, 24 Mei 2012

Perkembangan Tingkat Suku Bunga Deposito Untuk Jangka Waktu 1 Bulan dari Tahun 2006-2010

Ini adalah gambar grafik dari perkembangan tingkat suku bunga deposito dari berbagai kelompok bank di Indonesia mulai dari Bank Milik Pemerintah (BUMN), Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Umum Swasta Nasional (BUSN), dan Bank Asing & Campuran (JN/Joint Venture) yang diolah dari data website Bank Indonesia yaitu www.bi.go.id Yang menarik untuk disimak dari gambar grafik di atas adalah bahwa tingkat suku bunga deposito tertinggi terjadi di tahun 2008. Seperti kita ketahui bahwa sejak tahun 2007, dunia mulai mengalami resesi glogal akibat kasus kredit macet di bidang properti yang melanda Amerika Serikat dan hal ini terus memuncak di tahun 2008. Krisis ini memberi dampak yang cukup serius bagi Dunia Barat dan juga bagi Indonesia. Dampak yang paling sangat terasa sekali adalah turunnya tingkat ekspor Indonesia. Penurunan ini sangat terasa sekali di tahun 2009 karena krisis global 2008. Hal ini bisa dilihat di grafik di bawah ini:
Sumber : UN Comtrade, 2011 Gambar Perkembangan Nilai Ekspor dan Impor Indonesia Periode 2000-2010 (dalam Ribu US$)
Apabila tingkat ekspor menurun, maka sudah bisa dipastikan bahwa hal ini akan menurunkan jumlah pembeli. Selanjutnya bila jumlah pembeli menurun maka keuntungan yang diraih akan menurun. Penurunan daya beli masyarakat ini sudah jelas akan berimbas pada naiknya tingkat inflasi. Hal ini dapat dilihat dari data inflasi dari sejak Juni 2007-Desember 2009 dari www.bi.go.id yang terus mengalami kenaikan khususnya di tahun 2008, kemudian menurun di tahun 2009 di bawah ini:
Sumber: http://www.bi.go.id/biweb/Templates/Moneter/Default_Inflasi_ID.aspx?NRMODE=Published&NRNODEGUID={A7760121-1768-4AE8-B333-0C91E746F1E3}&NRORIGINALURL=/web/id/Moneter/Inflasi/Data%2bInflasi/&NRCACHEHINT=Guest
Bila inflasi meninggi, maka langkah yang sudah pasti diambil oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah menaikkan BI rate. BI Rate tidak dinaikkan secara agresif mengikuti credo atau cardinal rule dari mekanisme Inflation Targeting Framework (ITF). Dalam ITF, apabila tekanan inflasi meningkat, obat mujarabnya adalah menaikkan suku bunga. Mengapa suku bunga harus dinaikkan? Pada prinsipnya sederhana sekali. Perubahan tingkat harga dalam perekonomian dicerminkan dengan variabel inflasi. Inflasi adalah kenaikan tingkat harga yang terjadi secara terus menerus (Mishkin, 2001). Menurut kaum monetaris, inflasi disebabkan oleh pertumbuhan penawaran uang yang tinggi, oleh sebab itu mereka berpendapat bahwa inflasi merupakan fenomena moneter. Menurut kaum Keynesian, inflasi yang tinggi tidak bisa dikendalikan hanya dengan kebijakan fiskal. Perpaduan kebijakan moneter dan fiskal diperlukan untuk mengendalikan laju inflasi. Teori kuantitas menyatakan bahwa bank sentral yang mengawasi suplai uang memiliki kendala tertinggi atas tingkat inflasi. Jika bank sentral mempertahankan suplai uang tetap dalam kondisi yang stabil, maka tingkat harga pun akan stabil. Jika bank sentral meningkatkan suplai uang dengan cepat, maka tingkat harga akan meningkat dengan cepat (Mankiw, 2000). Inflasi yang tinggi tentu tidak baik bagi perekonomian suatu negara. Jika tingkat inflasi sudah dinilai terlalu tinggi biasanya pemerintah akan melakukan intervensi. Adapun strategi pemerintah dalam menekan inflasi adalah mengurangi jumlah uang beredar. Jumlah uang yang beredar dapat dikurangi dengan cara menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia, sehingga dengan sendirinya bank – bank swasta, asing maupun pemerintah akan menaikkan suku bunga yang telah ditetapkan, dalam hal ini suku bunga deposito. Jika suku bunga bank dirasa lebih menguntungkan oleh investor untuk melakukan investasi, maka mereka akan menanamkan dananya di bank yang mana investasi dalam bentuk deposito berjangka ini tidak memiliki risiko. Oleh karena tingkat inflasi dianggap membahayakan tingkat perekonomian secara makro, pemerintah selalu berusaha menekan tingkat inflasi tersebut dengan cara mengendalikan suku bunga. Jadi inflasi yang tinggi akan mengakibatkan naiknya suku bunga bank (Bambang, 2000). Hal ini dapat diartikan bahwa tingkat inflasi memiliki pengaruh positif terhadap suku bunga bank.
Sumber:
www.bi.go.id
www.bps.go.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar